NEVER GIVE UP!!!!!

9 September 2010

Never Give Up

La Narka’abadan

Jangan Menyerah

…..

Dalam hidup ini sering kali kita menemukan hal-hal yang diluar dugaan. Kadang hal itu menyenangkan kadang juga menyakitkan.Wajar bila kita pernah merasakan kecewa, sakit dan timbul rasa ingin menyerah ketika kenyataan yang kita alami jauh dari harapan dan impian kita.

Ilmu Komputer adalah jurusan impian kakakku sejak SMA, dia sering membayangkan menjadi programmer yang handal membuat program-program canggih dan akurat yang bermanfaat bagi masyarakat. Alhamdulillah dia masuk jurusan yang seperti dia inginkan, hanya saja ada beberapa hal yang tidak dia banyangkan sebelumnya. Awalnya dia mengira dia akan mudah menjadi seorang programer yang handal dengan kemampuan logika yang cukup baik dan pemikiran yang kritis. Waktu sekolah dulu dia bisa menangkap pelajaran lebih cepat dibandingkan temen-teman yang lain, dengan hanya mendengarakan pemaparan guru dan bertanya dia bisa mengerti dan memahami logika dari mata pelajaran tersebut terutama metematika dan fisika. Hanya saja dia agak lemah dalam bahasa, menghapal dan tulisannya yang agak acak-acakan. Dia bukan orang senang berbicara dan jalan-jalan dia justru lebih senang menonton tv dan membaca buku kemudian merangkumnya.

Di TPB prestasinya cukup baik terutama bidang eksakta, dan ketika pemilihan jurusan dia merasa lebih tenang dibanding teman-temannya yang lain karena nilai prasyarat departemen Ilkom yaitu Pengantar Matematika dan Kalkulus Lanjut mendapatkan nilai A dan IPK diatas 3. Memang Pemilihan jurusan di diakhir semester 2 ini membuat dedegan mahasiswa ipb angkatan 43, karena bila dia tidak masuk pilihan pertama maka dia bisa terlempar ke jurusan yang lain yang dia tidak pernah bayangkan sebelumnya.Ilkom adalah salah satu dari 5 jurusan favorit di IPB saat itu, banyak temen-temennya yang ingin mendaftar kesana namun takut terlempar  ke jurusan yang lain karena nilai prasyarat dan ipk yang tidak terlalu besar. Dia termasuk yang beruntung bisa masuk kesana.

Waktu awal masuk dia sangat bersemangat sekali bahkan waktu MPD dia dengan PD berkata bahwa dia ingin menjadi seorang programmer yang memiliki perusahan yang lebih baik dari yang dimiliki oleh Bill Gate sekarang, memang di orang yang idealis abis. Dia awal perkuliahan dia mulai aktif berorganisasi, pada awalnya dia masih bisa mengikuti MK ilkom yang baru, namun karena dia masih baru beroganisasi dia masih belum bisa membagi waktu, tenaga dan pikiran, ditambah lagi dia kurang bisa bekerjasama dan biasa mengerjakan tugas sendiri. Karena menejemen yang kurang baik dia mulai merasa kurang berkonsentrasi, sering ngantuk yang mengakibatkan dia kesulitan dalam mengikuti dan menyelesaikan tugas perkuliahan. Akhirnya hasil semester 3 nilai turun dan ada 1 MK yang mendapatkan nilai D. Untungnya dia mengikuti mentoring sehingga bisa  saling bertanya dan berkonsultasi dengan murobi (Pembina) dan  temen-temen yang lain. Awal menerima nilai semester 3 dia bener-bener shock, tanpa sadar di awal sampai mentoring berakhir air mata terus mengalir. Hal ini menimbulkan kekhwatiran dan pertanyaan dari murobi dan temen-temen yang lain. Setelah dikonsultasikan  ternyata ini diakibatkan 1 nilai D yang dia miliki dan perasaan beratnya mengikuti MK Ilkom ini. Yang dia harapakan dia dapat mendapatkan motivasi dan solusi agar hal ini tidak terulang lagi. Namun justru respon murobi adalah nasehat bahwa nilai bukanlah segala-galanya dan masih banyak orang yang mendapat hal yang mungkin lebih buruk, sebenaranya nilai dia gak terlalu buruk sisa nilai MK yang lain adalah B dan 1 MK lain yang belum keluar.

Semakin lama MK ilkom semakin sulit, di tambah lagi karena menejemen yang kurang baik dia sering tidur di kuliah dan datang terlambat. Hal itu menyebabkan dia tidak disukai oleh beberapa dosen dan teman-teman sekelasnya. Dia merasakan beban yang begitu berat dari MKnya , harapan orang tua, harapan dan impiannya sendiri. Dia akhirnya menjadi stess dan tidak besemangat. Dia sering tidur bahkan saat mentoring. Ingin rasanya pindah jurusan bahkan universitas, tapi kasihan orang tua.Ingin rasnya meninggalkan semua amanah dan hanya fokus dengan kuliah, tapi amanah ini adalah bagian dari tarbiyah untuk mendewasakan diri kita. Ketika sharing dengan murobinya, beliau bilang bahwa Allah akan mentarbiyah kita di titik terlemah kita agar kita berubah menjadi lebih baik dan ingat bahwa keberhasilan bukan hanya dilihat dari prestasi akdemik,tapi lihat perubahan akhlak yang lebih baik, kematangan dan menejemen emosi dan pikiran yang lebih tenang dll.

Memang benar dibanding dia yang dulu banyak hal yang berubah lebih baik, dia bisa lebih sabar, berusaha untuk tidak egois dan menjadi pendengar pengarsip yang baik. Namun semua masih terasa berat, sampai akhirnya dia mendapat nasehat dari sahabatnya bahwa Allah tidak akan mungkin dzolim terhadap hamba-Nya dan tidak mungkin ada takdir Allah yang salah, dan Allah akan menghisab hambanya sesuai dengan kemampuanya. Akhirnya dia mulai bisa ikhlas menerima keadaan dirinya dan  terbuka dengan yang lain, dia mulai bias terbuka dengan orang tua terhadap kesulitan dalam hal akademik dan pergaluan dengan temen-temen dikelas, ketika ada amanah yang berat mencoba mengkomunikasikan. Ya semuanya terasa lebih ringan… Walaupun tetap harus dilalui dengan perjuangan.

Ketika tingkat empat alhamdulillah Allah menempatkanya dengan temen sekamar yang easy going namun tetap idealis dan bertanggung jawab. Orangnya teratur rapi dan temenej namun tidak pernah menuntut orang lain berlebihan dan ketika menegur dengan bahasa yang sangat sopan. Temannya itu selalu berusaha datang intime, tidak pernah melalai tugas dan rapi dalam menejemen. Orangnya ceria, semangat, easy going abis ,gak pernah menganggap masalah itu berat. Kakakku banyak terinspirasi dan mengambil contoh darinya. Walaupun tidak semua dia bisa lakukan, salah satunya tidak bisa bergadang he..he..Tapi kakakku bisa lebih mengoptimalakan di waktu pagi dan siangnya. Dia mulai belajar mendelegasikan amanah dan berkata tidak bila tidak bisa.

Sekarang kakak sudah mulai penelitian walau masih ada kuliah. Tapi semua dia lalui dengan senang dan tidak dianggap beban, amanah yang dia emban justru menambah semangatnya untuk bisa menjadi lebih baik dan berkontribusi  sebanyak-banyaknya di masyarakat. Dia mulai dekat dengan dosen dan berdikusi terutama terkait dengan penelitiannya. Dia juga sudah menemukan trik untuk menghapal yaitu dengan mencoba menuliskanya kembali, mengenai literatur bahasa inggris yang sulit dia pahami sekarang bisa dibantu dengan scanner untuk hardcopy kemudian diterjemahkan di google translate. Asalkan rajin sebenarnya kakak bisa. Orang tua dan keluarga juga sangat mendukung kakak.

Cerita yang sangat menginspirasi kakak adalah cerita tentang gajah waikambas. Di lampung gajah tidak diberi kandang namun gajah-gajah itu diikat kuat di pohon. Dikisahkan ada seekor gajah kecil yang diikat disebuah pohon, yang namanya hewan pasti ingin bebas, tiap saat dia berusaha untuk melepaskan diri hari berganti hari, minggu berganti minggu bahkan sampai beberapa tahun dia tidak bisa melepaskan diri juga. Sampai akhirnya dia pun menyerah dan berkata “ya ini mungkin sudah menjadi nasib saya terkikat terus di pohon ini.” Setelah beberapa puluh tahun gajah kecil ini sudah menjadi dewasa. Sebenarnya dengan sekali tarikan saja bukan hanya tali pengikat itu yang akan putus bahkan pohonnya pun bisa dengan mudah terangkat, tercabut dari akarnya. Namun karena yang dingat oleh gajah itu adalah kegagalan yang dia alami dahulu maka sampai dia mati dia tidak pernah lepas dari ikatan pohon itu.

Kakak berjanji tidak akan pernah menyerah. kakak yakin suatu saat dia bisa menjadi Profesor Sensor, Image Processing dan Robotika, bahkan dia bercita-cita menjadi Menteri Riset dan Teknologi kedepan.Amin.Insya Allah bisa ^_^

Nama              : Elvani Nur Ilmiah

NRP                : C14100023

Laskar            : 21

Filed in Academic at 6:10 am

no comments

Pertolongan Allah itu pasti ada

Pada tanggal 8 november 2008, ibu dan bapakku berkesempatan menuaikan ibadah haji ke tanah suci, kami sekeluarga bahagia bercampur haru. Dalam keberangkatannya terdapat banyak isak tangis keluarga, terutama adikku adalah anak terakhir yang masih berusia 9 tahun yang sangat dekat ibuku, sampai- sampai tidurpun masih bersama ibu.
Setelah keberangkatan ibu dan bapakku, kami di rumah tinggal bersama bibi, nenekku yang datang jauh- jauh dari jawa tengah untuk menemani kau dan adikku di rumah selama ibu dan bapakku berangkat menuaikan ibadah haji. Karena nenekku sudah tua dan kurang mengerti bahasa Indonesia dan akupun kurang mengerti bahasa jawa maka komunikasi kami sedikit sulit.
Setelah 1 minggu setelah keberabgkatan ibu dan bapakku, pada suatu sore setelah aku pulang sekolah adikku sedang tertidur di kasur dengan badan sangat panas, ternyata adikku demam tinggi sambil memanggil- manggil ibu… ibu…, nenekku sudah memberinya obat tetapi panasnya belum kunjung turun. Aku berniat memeriksakannya ke dokter terdekat, tetapi tempat praktek dokternya sudah tutup. Maka adikku hanya di beri obat yang ada di rumah saja. Lalu aku mengompres tubuh adikku yang panas itu. Sampai malam hari adikku hanya ingin di temani olehku sambil dikompres air hangat olehku. Padahal esok hari aku harus Ujian Akhir Semester khusus pelajaran biologi, Tapi adikku tidak mau ditinggal olehku, adikku ingin tetap ditemani sambil terus di kompres keningnya sampai larut malam. Maka malam itu aku tidak sempat mengahafal pelajaran untuk esok UAS biologi. Ketika aku bangun pagi adikku badannya masih panas, aku ingin menelpon ibu dan bapak yang berada di mekah saat itu untuk memberitahu kabar adikku ini, tapi nenekku melarangnya, karena bila memberitahu kabar kurang baik maka ditakutkan akan menganggu kekhusyuan ibadah ibu dan bapak di sana, kecuali memberitahu kabar gembira saja, oleh karena itu aku tidak memberitahu kabar adikku. Pagi itu aku berniat tidak berangkat ke sekolah, tapi nenekku menyuruhku untuk berangkat sekolah. Tapi aku khawatir dengan keadaan adikku, tapi nenekku bilang tenang aja nanti akan nenek bawa ke dokter. Maka pagi itu akau pergi berangkat sekolah untuk UAS tanpa mengahafal sedikitpun, tapi aku berdo’a dan bertawakal kepada Allah semoga aku dimudahkan dalam menghadapi UAS hari ini walaupun tanpa persiapan.
Subhanallah saat UAS berlangsung aku di beri kemudahan dalam menjawab soal- soalnya, jadi apabila kita mendahulukan kepentingan orang lain dengan ikhlas, maka Allah pun akan memudahkan urusan kita. Yakinlah bahwa tanpa memintapun pertolongan Allah itu pasti akan datang dengan sendirinya. Allahuma’ana.

Nama              : Elvani Nur Ilmiah

NRP                : C14100023

Laskar            : 21

Filed in Academic at 6:02 am

no comments